2 Jenis Gaya Lempar Cakram, Teknik Dasar, dan Cara Melakukannya

2 Jenis Gaya Lempar Cakram, Teknik Dasar, dan Cara Melakukannya - Olahraga menjadi salah satu mapel yang banyak digemari oleh siswa. Selain menyehatkan, tiap aktivitasnya pun cukup menyenangkan terlebih jika dilakukan bersama.

Nah, lempar cakram sendiri termasuk materi dasar yang mulai diajarkan ketika kita berada di bangku sekolah. Cakupan pembahasan terkait ada berapa jenis gaya lempar cakram, peraturan, ukuran lapangan, dan teknik dasarnya bisa kita jumpai di buku LKS. Olahraga cabang atletik nomor lempar satu ini memang tak sepenuhnya populer di tengah masyarakat. Meski demikian, kalian akan menjumpainya diperlombakan saat kejuaraan atau olimpiade dunia.

Olahraga Lempar Cakram

Ukuran diameter cakram yang nantinya akan dilempar yaitu 22 cm dengan berat 2 kilogram untuk kategori putra. Sedangkan untuk kategori putri memiliki ketentuan ukuran diameter cakram yaitu 18 cm dengan berat 1 kilogram. Meski ukuran cakramnya berbeda namun dapat menggunakan gaya lempar yang sama. Lalu bagaimana cara melakukan gaya lempar cakram yang benar? Dalam olahraga cakram, para atlet akan diberi kesempatan untuk melempar 3 kali dan jarak terjauhnya yang akan dicatat sebagai hasil lemparan akhir.

2 Jenis Gaya Lempar Cakram, Teknik Dasar, dan Cara Melakukannya

Lazimnya pemenang lomba ditentukan berdasarkan lemparan terjauh yang sah dan masuk ke lapangan. Selain itu para atlet segala usia yang mengikuti perlombaan lempar cakram memiliki ketentaun berat cakram yang berbeda beda. Berat cakram tersebut sebenarnya bervariasi tergantung usia para atletnya seperti 1,5 kilogram untuk usia 16 – 17 tahun, 1,79 kilogram untuk usia 18 – 19 tahun, 2 kilogram untuk usia 20 – 50 tahun (atlet senior putra) dan 1 kilogram untuk semua kelas – 50 tahun (atlet senior putri). Nah dalam pembahasan kali ini saya akan menjelaskan tentang gaya lempar cakram beserta cara melakukannya.

Cara melakukan gaya lempar cakram pada dasarnya berbeda beda tergantung jenis gaya yang dipilih. Kemudian terdapat International Amateur Athletic Federation (IAAF) yang menjadi induk olahraga atletik lempar cakram tingkat Internasional dan sekaligus badan yang menentukan peraturan olahraga lempar cakram tersebut. Sejak abad ke 5 sebelum Masehi telah diadakan perlombaan lempar cakram. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya patung pria seperti akan melempar cakram. Olahraga ini juga sering dipertandingkan dalam tingkat nasional dan Internasional. Misalnya dalam perlombaan Asian Games, Pekan Olahraga Nasional (PON), Olimpiade, dan Sea Games.
Baca juga : Ukuran Lapangan Lempar Cakram Beserta Gambar

Secara garis besar ada dua jenis gaya lempar cakram yang diperlombakan dan guru ajarkan pada kita. Dalam konteks pendidikan keduanya dinamakan gaya samping dan gaya belakang. Masing-masing memiliki perbedaan signifikan jika kalian tinjau dari teknik dasarnya. Tentu saja siswa bisa membaca penjelasanya langsung dari buku pedoman penjas.

Di lain sisi, guru pun pasti juga memberikan bekal pengetahuan berupa kegiatan praktikum. Inilah mengapa kita harusnya dapat menghafalkan teknik dasar lempar cakram gaya menyamping dan belakang.

Lempar Cakram Gaya Samping

Jenis gaya lempar cakram pertama yang cukup banyak dipakai adalah menyamping. Gerakan yang mudah serta tak memerlukan kelenturan tubuh membuatnya sangat sesuai diajarkan pada murid SD, SMP, dan SMA. Tapi faktanya tak semua siswa familiar dengan apa itu gaya menyamping.
Sama seperti namanya, gaya samping lempar cakram memiliki konsep menciptakan lemparan tanpa memutar seluruh tubuh. Dengan demikian atlet hanya perlu melakukan kuda-kuda awalan saja. Teknik dasar lempar cakram gaya menyamping menurut saya pribadi tidak terlalu sulit. Simaklah ilustrasi pada gambar di bawah untuk melihat.

Gaya Samping Lempar Cakram

Sebagai siswa, kita tak bisa memungkiri bahwa materi di atas akan muncul sebagai butir soal ujian. Tak sedikit yang akhirnya kesulitan karena tak tau seperti apa teknik dasar lempar cakram gaya samping. Adapun cara melakukannya adalah:
  • Pertama cakram dipegang sesuai dengan ketentuan yang ada yakni cakram dipegang menggunakan semua jari tangan untuk atlet yang jari jarinya panjang. Kemudian jari dalam posisi terbuka sehingga setiap jari memiliki jarak yang lebar.
  • Posisikan ibu jari dalam keadaan bebas. Hal ini dikarenakan posisi ibu jari tidak sampai di bagian tepi cakram.
  • Tekuk pergelangan tangan ke arah dalam sehingga cakram dapat dipegang dengan kuat.
  • Lengan diposisikan lurus di samping tubuh sehingga cakram memiliki posisi di bawah tangan.
  • Cara melakukan gaya lempar cakram selanjutnya yaitu cakram diayunkan ke arah samping depan dan belakang sesuai dengan tinggi bahu. Tubuh tetap mengikuti gerakan lengan saat pelaksanaan ayunan pemanasan sehingga tenaga untuk melempar nantinya akan lebih bertambah kuat.
  • Tubuh diposisikan ke arah samping di daerah lemparan. Posisi tubuh dihadapkan ke arah samping kanan apabila tangan yang anda gunakan ialah tangan kanan. Sedangkan jika tangan yang digunakan ialah tangan kiri maka badan dihadapkan ke arah samping kiri.
  • Setelah itu buka kaki selebar bahu atau sedikit terbuka.
  • Lakukan gerakan pemanasan terlebih dahulu sebelum melakukan lemparan yaitu dengan mengayunkan cakram beberapa kali seperti akan melakukan lemparan. Pemanasan ini berguna untuk memaksimalkan tenaga lemparan dan mencari titik fokus menuju titik lemparannya.
  • Cara melakukan gaya lempar cakram selanjutnya ialah menggunakan salah satu tangan untuk menyangga ketika cakram akan diayunkan. Hal ini berguna agar saat mengayun dengan tangan yang berkecepatan rendah maka cakram tidak akan jatuh.
  • Setelah melakukan pemanasan beberapa kali sebelum melempar, kemudian lakukan gerakan awalan lemparannya.
  • Lalu lakukan lemparan setelah anda benar benar siap caranya yaitu ayunkan cakram ke arah belakang dan tahan sebentar.
  • Setelah itu cakram diayunkan ke depan disertai lecutan tangan seolah olah seperti ketapel. Ibaratnya lengan adalah pegas yang melontarkan pelurunya.
  • Cara melakukan gaya lempar cakram selanjutnya ialah melepaskan cakram mencapai ketinggiam 45° - 50°. Maka dari itu jarak lemparan cakram akan lebih jauh.
  • Gerakkan jari jari untuk memutar cakram saat akan melakukan lemparan. Kemudian ketika cakram akan dilepas maka jari terakhir yang menyentuh cakram adalah jari kelingking Maka dari itu jarak lemparannya akan lebih jauh.
  • Tubuh dibiarkan bergerak secara alami setelah cakram dilemparkan dan terlepas. Usahakan tubuh tidak ditahan agar nantinya tidak terjatuh.

Lempar Cakram Gaya Belakang

Ciri khas dari gaya lempar cakram satu ini adalah posisi awalan yang membelakangi jalur lintasan lapangan. Sehingga atlet pun harus memutar tubuhnya ke arah berlawanan untuk melakukan lemparan. Kelebihan dari gaya membelakangi tak lain adalah jarak yang dihasilkan lebih jauh. Tapi semua itu tentu memerlukan keahlian serta pertimbangan matang.

Tak sedikit atlet yang gagal karena kurang konsentrasi dan menguasai teknik dasar gerakannya. Alih-alih mendapat hasil maksimal justru arah lemparan akan melenceng. Maka dari itu kalian harus melatih skill serta tempo gerakan terlebih dulu.

Gaya Belakang Lempar Cakram

Dalam konteks pendidikan penjelasan di atas memang tidak disampaikan sebagai materi pokok pada siswa. Pertimbangan utamanya karena teknik dasar yang sulit dan memerlukan latihan berkepanjangan. Tapi hal ini tak berlaku jika anda memang sedang menalami olahraga atletik tersebut. Adapun cara melakukan gaya belakang pada lempar cakram yaitu sebagai berikut:
  • Cakram dipegang sesuai dengan teknik pemegangan cakram yang benar seperti teknik gaya samping di atas yaitu cakram dipegang dengan menggunakan semua jari. Kemudian jari dalam posisi terbuka sehingga antar jari terdapat jarak. Ibu jari dibiarkan bebas karena pada dasarnya tepian cakram tidak dapat dijangkau oleh ibu jari. Kemudian tekuk pergelangan tangan ke arah dalam agar cakram dipegang dengan kuat.
  • Lakukan sikap permulaan dimana arahnya membelakangi lemparannya. Lalu posisikan kaki di bagian pinggir lingkaran yang belakang. Kemudian buka sedikit kaki selebar bahu dan tekuk sedikit lututnya.
  • Setelah itu lakukan ayunan pendahuluan yang cukup yaitu lengan diayunkan ke belakang jauh disertai dengan gerakan dada, pinggul dan lutut. 
  • Cara melakukan gaya lempar cakram kategori gaya samping berbeda dengan gaya belakang. Yang membedakannya ialah posisi tubuhnya. Posisi tubuh sedikit memutar untuk gaya samping pada lempar cakram. Sedangkan posisi tubuh yang memutar hingga 180 derajat dilakukan untuk gaya belakang pada lempar cakram. Gaya belakang pada lempar cakram memang lebih sulit untuk dilakukan karena memerlukan kecepatan, keseimbangan dan kestabilan saat memutarkan tubuh.
  • Gunakan tangan kanan sebagai pelempar saat akan melakukan gerakan memutar. Lalu kaki kiri digunakan sebagai tumpuan atau poros tubuh yang berputar tadi. Namun apabila anda melakukan lemparan dengan tangan kiri (atlet kidal) maka poros putarannya menggunakan kaki kanan.
  • Setelah itu ayunkan kaki kanan ke daerah tengah lingkaran, dimana kaki kanan masih diposisikan dibelakang daerah lemparan. Kaki kanan ini dijadikan sebagai poros setelah lemparan dilakukan.
  • Cara melakukan gaya lempar cakram selanjutnya ialah mengangkat kaki kiri dan mengayunkannya dengan gerakan melingkar sebelum kaki kanan ditapakkan di tengah lingkaran. Maka dari itu saat melakukan lemparan, kaki kanan digunakan sebagai poros putaran.
  • Setelah kaki tumpuan berganti kemudian ayunkan kaki kiri ke arah belakang. Lalu kaki kiri ditapakkan sejajar dengan bahu, namun tubuh diposisikan menghadap ke arah serong belakang.
  • Cara melakukan gaya lempar cakram selanjutnya ialah cakram dilemparkan dengan menggunakan tangan kanan setelah kaki ditapakkan ke tanah. Cara melemparnya yaitu dengan mengayunkan cakram ke depan menuju daerah lemparan dengan kekuatan yang maksimal. Lalu diikuti dengan putaran pinggul, lutut dan tumit. Agar tenaga lemparannya lebih maksimal, maka posisikan dada menuju arah depan.
  • Lalu tubuh dibiarkan berputar secara rileks setelah pelemparan cakram. Hal ini karena saat melakukan awalan terdapat dorongan energi sehingga membuat gerakan tubuh yang memutar.
  • Gerakkan jari jari untuk memutar cakram saat akan dilakukan lemparan sehingga jaraknya lebih jauh. Usahakan saat cakram terlepas, jari terakhir yang menyentuhnya ialah jari kelingking.
  • Cara melakukan gaya lempar cakram selanjutnya ialah melepaskan cakram hingga tingginya mencapat 45 – 50 derajat. Maka dari itu jarak lemparan cakram akan lebih jauh.

Dalam gaya lempar cakram terdapat salah satu faktor penting yang mempengaruhi jarak lemparannya yaitu pergelangan kaki  yang lentur dan kuat. Maka dari itu pergelangan kaki memiliki peran saat kaki berguna sebagai poros putaran. Apabila pergelangan kakinya kaku, maka semua bagian tubuh yang berguna untuk melempar cakram akan kurang maksimal. Lemparan yang tidak maksimal ini disebabkan oleh pergelangan kaki yang kaku sehingga menghambat pelaksanaan lemparannya.
Sekian penjelasan mengenai gaya lempar cakram beserta cara melakukanya. Cara melakukan gaya dalam lempar cakram ini harus memperhatikan keadaan pergelangan kakinya. Maka dari itu akan lebih baik jika pergelangan kaki dalam keadaan lentur dan kuat. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan selamat mencoba.

Belum ada Komentar untuk "2 Jenis Gaya Lempar Cakram, Teknik Dasar, dan Cara Melakukannya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel