Pengertian, Gaya, dan Jenis Tolak Peluru

Advertisement

Pengertian, Gaya, dan Jenis Tolak Peluru - Tolak peluru merupakan salah satu cabang olahraga yang termasuk kedalam nomor tolak atletik. Dalam olahraga ini terdapat alat yang bernama peluru. Sesuai dengan namanya yaitu tolak peluru memiliki arti bahwa peluru ditolak atau didorong dan bukan dilempar. Peluru tersebut terbuat dari besi berbentuk bola dengan berat yang berbeda beda. Tujuan dari olahraga ini untuk mendapatkan jarak yang sejauh mungkin. Sama halnya dengan jenis olahraga lainnya, tolak peluru juga mengandung pengertian tolak peluru, gaya tolak peluru dan jenis jenis tolak peluru.

Dalam pelajaran penjaskes juga telah dijelaskan mengenai materi tolak peluru. Dalam olahraga ini bola besi yang digunakan ditolakkan kearah depan dengan tujuan sejauh jauhnya. Tolak peluru dapat dilakukan menggunakan dua gaya yaitu tolak peluru gaya menyamping dan tolak peluru gaya membelakangi. Namun peluru yang digunakan memiliki berat yang berbeda beda sesuai dengan pemain tolak pelurunya. Pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai pengertian tolak peluru, gaya tolak peluru dan jenis jenis tolak peluru. Untuk lebih jelasnya dapat anda simak dibawah ini.

Pengertian, Gaya, dan Jenis Tolak Peluru

Salah satu jenis olahraga yang menggunakan alat bola besi ialah tolak peluru. Dalam olahraga tolak peluru terdapat beberapa hal yang harus anda ketahui yaitu pengertian tolak peluru, gaya tolak peluru dan jenis tolak peluru. Namun untuk jenis dan gaya tolak peluru tersebut hampir sama. Berikut penjelasan mengenai masing masing sub menu mengenai tolak peluru.

Pengertian Tolak Peluru

Hal pertama yang akan saya bahas ialah pengertian tolak peluru. Tolak peluru ialah cabang olahraga atletik yang menggunakan alat berupa bola besi yang dinamakan peluru. Dalam olahraga ini terdapat beberapa kategori berat dan ukuran peluru berdasarkan kelasnya. Berikut kategori berat peluru berdasarkan kelasnya :
  1. Junior Putra, menggunakan peluru dengan berat 5 kg.
  2. Junior Putri, menggunakan peluru dengan berat 3 kg.
  3. Senior Putra, menggunakan peluru dengan berat 7,2 kg
  4. Senior Putri, menggunakan peluru dengan berat 4 kg.
Dalam pengertian tolak peluru ini juga saya jelaskan mengenai lapangan tolak peluru. Berikut gambar dari lapangan tolak peluru.
Lapangan Tolak Peluru
Berdasarkan gambar diatas terdapat beberapa klasifikasi lapangan yang harus anda pahami. Dalam pengertian tolak peluru ini akan saya kupas lebih dalam mngenai jenis olahraga ini.

1. Dalam lingkaran tolak peluru terbuat dari bahan baja, besi maupun bahan lainnya yang hampir sama kemudian dibuat menjadi lengkungan. Bagian luar lapangan tersebut harus rata dengan tanah yang berada diluarnya. Untuk lingkaran pada lapangan tolak peluru terbuat dari bahan aspal, semen dan bahan lain agar lapangan tidak licin dan lebih padat.

2.  Pada permukaan lapangan harus datar dengan ukuran 20mm hingga kurang dari 6 mm pada bibir lingkaran besi. Untuk panjang garisnya berukuran 0,75 m dan lebarnya 5 cm, garis ini terbuat dari kayu ataupun cat. Lingkaran tolakan peluru memiliki diameter 2,135 m.

3. Besi lingkarannya memiliki tebal minimal 6 mm dengan warna putih. Balok yang digunakan untuk menahanya terbuat dari kayu agar sesuai dengan lengkungan busur. Dengan bahan tersebut maka tepi bagian dalamnya lebih menghimpit pada lingkaran tolak peluru. Balok tersebut memiliki ukuran panjang 1,21m sampai 1,23 m, ukuran tebalnya 9,8cm sampai 10,2 cm, dan ukuran lebarnya 11,2 cm sampai 30 cm.
Setelah membahas mengenai lapangan tolak peluru, selanjutnya akan saya jelaskan juga mengenai cara memegang peluru dengan benar. Pengertian tolak peluru juga mencakup cara memegang peluru dengan benar.
Cara Memegang Peluru
Untuk mendapatkan hasil lemparan yang paling jauh maka membutuhkan cara memegang peluru dengan benar. Caranya yaitu pegang peluru menggunakan telapak tangan dan jari jari tangan menempel pada bola besi tersebut. Untuk bagian atas peluru diletakkan jari tengah, jari manis dan jari telunjuk, sedangkan bagian samping peluru diletakkan ibu jari dan jari kelingking agar peluru dapat ditahan. Tempatkan peluru diatas bahu dan ditempelkan keleher tepatnya dibawah rahang. Bagian atas peluru menempel pada dagu dan sikap siku membentuk sudut 90 derajat.

Gaya dan Jenis Tolak Peluru

Selanjutnya terdapat gaya tolak peluru dan jenis tolak peluru. Untuk gaya dan jenisnya hampir sama. Dibawah ini terdapat beberapa jenis gaya yang digunakan dalam olahraga tolak peluru.
  • Gaya Depan, jenis gaya tolak peluru ini dilakukan dengan sikap badan menghadap kearah sasaran, namun gaya ini tidak efisien sehingga jarang sekali digunakan.
  • Gaya Samping, jenis gaya tolak peluru ini diawali dengan sikap badan menyamping dan tolakan menggunakan tangan kanan. Gaya ini tergolong gaya yang umum digunakan oleh atlet atlet muda pada cabang olahraga tolak peluru. Biasanya terdapat dikalangan anak SMP, SMA, dan sederajat.
  • Gaya Belakang, jenis gaya tolak peluru ini dilakukan dengan awalan membelakangi arah tolakan. Jenis tolakan yang dilakukan memiliki kemiripan posisi kaki dalam melakukan lempar cakram. Jenis tolak peluru tersebut memang lebih sulit digunakan sehingga jarang sekali digunakan.
  • Gaya Putaran Lempar Cakram, jenis gaya tolak peluru yang terakhir menggunakan gaya yang hampir sama dengan gaya membelakangi. Namun yang membedakannya ialah gerakan kaki yang digunakan. Untuk gerakan kakinya hampir sama dengan gerakan kaki pada lempar cakram.
Berdasarkan gaya tolak peluru diatas terdapat dua gaya yang sering digunakan yaitu gaya menyamping atau ortodoks dan gaya membelakangi atau O'brien. Dibawah ini terdapat cara melakukan gaya tolak peluru dengan teknik menyamping dan membelakangi.

Tolak Peluru Gaya Ortodoks
Jenis gaya tolak peluru yang pertama menggunakan gaya menyamping atau ortodoks. Jenis tolak peluru ini sering digunakan oleh atlet atlet muda. Berikut cara melakukannya:
  • Pegang peluru menggunakan tangan kanan dan letakkan peluru dipangkal leher.
  • Posisikan badan berdiri dengan arah menyamping. Tolakan yang akan anda lakukan berada pada arah disebelah kiri badan. 
  • Tekuk kaki kanan dan posisikan kaki kiri lurus kebelakang namun badan tetap relaks dan santai. Pijakkan kaki berada diujung kaki.
  • Angkat lengan kiri setinggi bahu dan tumpukan berat badan pada kaki kanan. Arahkan pandangan anda ke depan bawah. 
  • Gerakkan kaki kiri kedepan dengan arah melingkar ke kiri dan kembali ketempat semula ketika ingin melakukan tolakan. Gerakan kaki ini dilakukan untuk mengawali tolakan sehingga mendapatkan keseimbangan badan yang bagus. Gerakan pendahuluan ini dapat dilakukan sebanyak 2 hingga 3 kali.
  • Ketika badan sudah seimbang kemudian lakukan ayunan kaki terakhir dengan menggerakkan kaki kiri kearah tanah dan tarik kekanan dengan posisi betis kiri berada dibelakang betis kaki kanan. Setelah itu goyangkan kaki kiri dengan cepat kearah kiri diikuti tolakan kaki kanan. 
Tolak Peluru Gaya O'brien
Selanjutnya terdapat gaya tolak peluru yang dilakukan dengan cara membelakangi. Gaya membelakangi atau gaya O'brien juga sering digunakan oleh para atlet. Berikut cara melakukannya :
  • Pegang peluru menggunakan tangan kanan dan letakkan peluru dipangkal leher.
  • Posisikan badan dengan arah membelakangi tolakan. Letakkan kaki kiri dibelakang dan posisinya lurus. Tumpukan berat badan anda pada kaki kanan. Arahkan pandangan anda kedepan bawah dengan jarak kira kira 5 sampai 10 meter. Usahakan posisi badan relaks dan pernapasan teratur. 
  • Dalam waktu yang bersamaan badan dimiringkan sedikit kearah depan dan kaki kiri diangkat sampai mendekat tanah. Posisikan lengan kiri lurus kedepan dan sedikit kebawah. Tekuk lutut kaki kanan dan kaki kiri sampai dada menyentuh paha. 
  • Luruskan kaki kiri dengan cepat dan ayunkan ke arah belakang kemudian diikui dengan tolakan kaki kanan. 
  • Ketika melakukan tolakan kearah belakang, usahakan badan tetap seimbang dan posisinya miring kearah depan dan lebih rendah. Namun badan tetap dalam posisi membelakangi sasaran tolakan.
  • Lakukan gerakan akhir dengan mendaratkan kaki kanan terlebih dahulu pada pusat lingkaran kemudian kaki kiri berada disebelah kiri garis tengah. Ujung kaki sedikit bersentuhan dengan balok penahan. 
Berdasarkan gaya tolak peluru diatas terdapat beberapa hal yang menjadi kegagalan dalam melakukan tolakan. Berikut beberapa kegagalan yang sering dilakukan :
  1. Masuk dan keluar dari lingkaran tolak peluru melewati muka garis tengah.
  2. Melewati batas atas dari balok penahan.
  3. Melewati lingkaran pada bagian luar tanah.
  4. Meletakkan peluru dibagian belakang kepala.
  5. Belum melakukan tolakan setelah dipanggil sebanyak 3 kali.
  6. Memijak bagian garis pada lingkaran lapangan.
  7. Peluru jatuh dibagian luar lapangan.
  8. Gagal melakukan lemparan sebanyak tiga kali.
  9. Keluar lapangan melewati garis depan lingkaran.
  10. Keluar lapangan tidak dalam kondisi tenang.
Demikianlah penjelasan mengenai pengertian tolak peluru, jenis tolak peluru dan gaya tolak peluru. Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk anda. Terima kasih telah berkunjung di blog ini.

Pengertian, Gaya, dan Jenis Tolak Peluru Rating: 4.5 Diposkan Oleh: penjasorkes

0 komentar:

Posting Komentar