Pola Penyerangan dan Pertahanan Bola Voli Beserta Penjelasannya

Pola Penyerangan dan Pertahanan Bola Voli Beserta Penjelasannya - Volly merupakan olahraga bola besar yang cukup banyak diminati oleh masyarakat. Permainan ini dilakukan secara beregu pada lapangan 18x09 meter dengan memperhatikan setiap asas dan peraturan yang ada. untuk memenangkan sebuah pertandingan pemain dituntut harus menguasai teknik dasar mulai dari service sampai smash. Selain itu, tim pun wajib menyusun strategi yang memuat pola penyerangan dan pertahanan bola voli.

Pola Permainan Bola Voli

Secara garis besar materi yang membahas pola perwasitian bola voli, formasi menyerang, dan cara bertahan sudah disampaikan bahkan semenjak kita berada di bangku SD. Sayangnya, tak semua siswa hafal materi penjas tersebut meski sudah memperoleh penjelasan secara teori maupun praktek. Padahal jenis pola penyerangan bola volly maupun pola pertahanan sering menjelma sebagai butir soal ujian.

Kunci dari dua strategi tersebut terletak pada dua aspek yakni pemilihan formasi dan kerjasama tim yang kompak. Semakin baik sinkronisasi antar keduanya maka semakin efektif pula pola pertahanan dan pola serangan bola voli yang bisa kita ciptakan. Apakah kalian sedang mendapat tugas untuk merangkum materi tersebut? jika iya, maka simaklah artikel ini sampai selesai.

Pola Penyerangan dan Pertahanan Bola Voli Beserta Penjelasannya

Saling menyerang dan bertahan sudah menjadi hal yang lumrah dilakukan dalam permainan berbasis kompetisi. Pemilihan pola serangan bola voli yang sesuai bisa menggempur musuh secara efektif, begitu juga sebaliknya. Oleh karenanya kalian harus pandai dalam memilih formasi apakah ingin bermain offensive maupun defendsive.

Pola perwasitan bola volly pun juga menjadi salah satu aspek pengetahuan umum yang harus kita kuasai. Karena wasit memegang peran penting untuk menjaga peraturan tetap dilaksanakan ketika pertandingan berlangsung. Bisanya, tata cara menjadi wasit pertandingan sudah menjadi satu dengan materi dasar bola voli yang bisa kita temukan di buku penjas.

Dalam artikel kali ini saya ingin membahas lebih dalam strategi bola voli yang berisi pola serangan dan pola pertahanan. Selain itu, kita juga akan mempelajari pula beberapa teknik dasar beserta cara memilih formasi yang sesuai untuk tim.

Pola Penyerangan Bola Voli

Pola serangan bola volly umumnya dilakukan secara agresif oleh lini pemain depan. Strategi tersebut bisa dilaksanakan dengan cara memberikan pukulan bertubi, smash keras, service loop, dan lain sebagainya. Dalam memilih serangan pun kita harus memperhatikan beberapa aspek yakni kondisi dan pola pertahanan bola voli yang dipakai lawan.
Baca juga : 8 Peraturan Permainan Bola Voli Nasional dan Internasional Terlengkap
Pola permainan bola voli yang pertama akan saya bahas adalah cara menciptakan serangan. Fokus dari strategi menyerang adalah membuat formasi yang memungkinkan lini depan melakukan smash dan pukulan secara beruntun.

Formasi Serangan

Sistem penyerangan ialah bentuk formasi penyerangan tertentu dalam sebuah tim bola voli. Dalam hal ini terdapat tiga jenis pemain dengan tugasnya masing masing yaitu diantaranya:
  • Smasher (SM) ialah pemain yang tugasnya sebagai penyerang utama.
  • Set Upper (SU) ialah pemain yang tugasnya memberikan umpan kepada smasher.
  • Universaler (U) ialah pemain yang tugasnya serbaguna.
Di bawah ini terdapat beberapa sistem pola penyerangan bola voli yaitu diantaranya:

Sistem 4 SM : 2 SU (4 Smasher dan 2 Set Upper)
Pola Penyerangan Bola Voli 4 SM : 2 SU

Sistem 4 SM : 1 SU : 1 U (4 Smasher, 1 Set Upper dan 1 Universaler)
Pola Penyerangan Bola Voli 4 SM : 1 SU : 1 U

Sistem 5 SM : 1 SU (5 Smasher dan 1 Set Upper)
Pola Penyerangan Bola Voli 5 SM : 1 SU
Baca juga : Cara Melatih Lompatan Jumping Smash Dalam Permainan Voli

Teknik Penyerangan

Dalam pola penyerangan bola voli juga terdapat teknik teknik di dalamnya. Dalam permainan bola voli sendiri terdapat hal penting dalam memperoleh angka yaitu kemampuan untuk smash. Smasher atau pemain yang bertugas untuk melakukan smash harus mempunyai kemampuan memukul bola dengan keras dan kegesitan yang baik. Adapun beberapa jenis smash bola voli yaitu meliputi:
  • Smash depan atau frontal smash.
  • Smash depan dengan putaran atau frontal smash dengan twist.
  • Smash pura pura atau dump.

Pola Pertahanan Bola Voli

Pertahanan adalah dasar utama dalam menjalankan serangan balik ke tim lawan. Serangkaian serangan tidak dapat dilakukan dengan produktif jika pola pertahanannya tidak sempurna seperti passing, smash, ataupun servis bola. Di bawah ini terdapat beberapa macam pola pertahanan dalam bola voli yaitu sebagai berikut:

Formasi Bertahan 1 : 3 : 2 (Blok 1 Pemain)

Pola pertahanan bola voli yang pertama ialah sistem 1 : 3 : 2 atau blok 1 pemain. Pola permainan bola voli ini maksudnya ialah satu pemain bertugas sebagai pemain blok, kemudian tiga pemain sebagai pertahanan daerah tengah dan dua pemain sebagai pertahanan belakang. Sistem pertahanan ini berguna untuk menghadang bola jatuh dari net lawan, smash lemah, dink, dan plesing serangan lawan.

Gambar Pola Pertahanan 1 : 3 : 2
Keterangan :
  • → ialah serangan lawan
  • X3 ialah pemain blok
  • X4, X6, dan X2 ialah pemain pertahanan tengah
  • X5 dan X1 ialah pemainan pertahanan belakang

Formasi 2 : 2 : 2 (Blok 2 Pemain)

Pola pertahanan bola voli selanjutnya ialah sistem 2 : 2 : 2 atau blok 2 pemain. Pola permainan bola voli ini maksudnya ialah dua pemain bertugas sebagai pemain blok, kemudian dua pemain sebagai pertahanan daerah tengah dan dua pemain sebagai pertahanan belakang. Adapun bentuk pola pertahanan dalam bola volinya yaitu sebagai berikut:
Gambar Pola Pertahanan 2 : 2 : 2
Keterangan :
  • → ialah serangan lawan
  • X4 dan X3 ialah pemain blok
  • X5 dan X2 ialah pemain pertahanan tengah
  • X6 dan X1 ialah pemainan pertahanan belakang

Formasi 3 : 1 : 2 (Blok 3 Pemain)

Pola pertahanan bola voli selanjutnya ialah sistem 3 : 1 : 2 atau blok 3 pemain. Pola permainan bola voli ini maksudnya ialah tiga pemain bertugas sebagai pemain blok, satu pemain sebagai pertahanan daerah tengah dan dua pemain sebagai pertahanan belakang. Sistem pertahanan ini berguna untuk menghadang smasher yang berkemampuan kreatif dan produktif. 

Sistem Perwasitan Bola Voli

Setelah membahas tentang pola penyerangan bola voli dan pola pertahanan bola voli. Selanjutnya saya akan menjelaskan pola permainan bola voli yang berupa perwasitan. Dalam pertandingan bola voli terdapat wasit I (wasit utama) yang memimpin jalannya permainan. Kemudian adapula wasit II yang bertugas membantu wasit utama. Induk bola voli Indonesia dinamakan dengan PBSI. Menurut PBSI terdapat beberapa syarat menjadi wasit bola voli yang perlu dipenuhi yaitu meliputi:
Baca juga : Cara Melatih Timing Smash Voli Agar Tepat dan Pas
  • Sehat rohani dan jasmaninya.
  • Memiliki bakat sebagai wasit.
  • Mempunyai minat dalam bola voli.
  • Minimal lulusa SMA sederajat.
  • Berusia 20 sampai 40 tahun.
  • Memiliki dedikasi yang tinggi.
  • Termasuk dalam salah satu anggota perkumpulan olahraga bola voli.
Dalam perwasitan bola voli adapula beberapa perlengkapan dan pakaian wasit yang sesuai dengan ketentuan pertandingan. Adapun perlengkapan wasit yang diperlukan yaitu meliputi:
  • Menggunakan baju kaos berkerah dan celana.
  • Menggunakan sepatu dengan karet putih.
  • Menggunakan badge wasit berdasarkan kriterianya.

Prosedur Mewasiti

Pola permainan bola voli tidak hanya berupa pola penyerangan bola voli dan pola pertahanan bola voli saja. Tetapi adapula pola perwasitan bola voli yang perlu diperhatikan. Selama memimpin jalannya pertandingan bola boli, wasit menggunakan peluit yang ditiup selama pertandingan bola voli, baik di awal pertandingan, diakhir pertandinyan, terjadi pelanggaran, maupun pemberhentian pertandingan sejenak. Peluit hanya dapat ditiup oleh wasit I dan wasit II pemimpin pertandingan bola voli. Adapun beberapa prosedur mewasiti yang perlu diperhatikan oleh wasit yaitu sebagai berikut:
  • Wasit I memberikan tanda dimulainya pertandingan bola voli dengan pelaksanaan servis.
  • Wasit I dan II memberikan tanda ketika permainan bola voli diakhiri seperti terjadi pelanggaran ataupun bola mati.
  • Peluit yang ditiup sebagai tanda bola mati berguna ketika wasit melakukan penolakan atau persetujuan terhadap permohonan tim.
  • Peluit dapat ditiup oleh wasit I ketika salah satu pemain dalam regu tim melakukan pelanggaran tertentu sehingga dapat diberikan hukuman ataupun peringatan.
  • Wasit harus memiliki isyarat tangan dan sikap yang resmi dalam meniup peluit sebagai tanda permainan telah berhenti, pergantian servis, salah satu regu memperoleh angka dari kesalahan tim lawan, maupun pemain melakukan kesalahan.
  • Secara resmi, hakim garis dan wasit harus memiliki isyarat tangan dalam sifat kesalahan secara resmi. 
Selain prosedur mewasiti di atas, adapula posisi wasit yang benar dalam permainan bola voli. Pola perwasitan bola voli tersebut mencakup beberapa hal di dalamnya. Salah satunya ialah posisi wasit ini. Posisi wasit I dan wasit II ketika menjalankan tugasnya berada di sisi kiri dan kanan lapangan sesuai dengan peraturan yang ada. Letak posisi wasit I ialah berdiri atau duduk di atas kursi wasit yang ada di ujung salah satu net. Pandangan wasit I ini memiliki arah sekitar 50 cm dari atas net secara horizontal. Kemudian tugas wasit II dapat dijalankan sambil berdiri menghadap wasit I atau berada di sisi yang berlawanan dengan wasit I. Wasit II ini harus berdiri di daerah sepanjang penerima service bagian depan ketika salah satu tim melakukan servis. Setelah itu wasit II dapat kembali ke meja pencatat bagian depan.

Demikianlah penjelasan mengenai pola penyerangan bola voli, pola pertahanan bola voli dan perwasitan bola voli lengkap. Bola voli merupakan salah satu olahraga bola besar yang dilakukan secara beregu. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan anda dan terima kasih telah berkunjung di blog ini.

Belum ada Komentar untuk "Pola Penyerangan dan Pertahanan Bola Voli Beserta Penjelasannya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel