Semua Peraturan Lempar Cakram Lengkap dan Penjelasannya

Semua Peraturan Lempar Cakram Lengkap dan Penjelasannya - Setiap cabang olahraga atletik memiliki perbedaan dalam segi teknik dan aturan dasarnya. Peraturan tersebut berfungsi untuk menjaga perlombaan berjalan secara sportif dan baik sebagaimana mestinya. Inilah poin penting mengapa atlet harus menghafal apa saja yang diperbolehkan dan tidak ketika hendak melempar piringan cakram.

Lempar cakram sendiri adalah olahraga yang cukup berbahaya dan sulit untuk dilakukan. Inilah alasan mengapa metode penjurian dan peraturan lempar cakram saat di lapangan sangatlah ketat. Pelempar dituntut harus mematuhi segala aturan yang berlaku mulai dari A sampai Z agar hasil lemparan sah.

Biasanya, orang awam akan menganggap sama tiap teknik dan peraturan para lempar cakram dan tolak peluru. Hal ini disebabkan karena keduanya memiliki basis gerakan dan konsep yang hampir mirip.  Jika tolak peluru cara melakukannya dengan cara ditolak atau didorong dan buka dilemparkan. Sedangkan lempar cakram cara melakukannya secara dilempar sejauh mungkin.

Tak sedikit cendikiawan dan ahli olahraga yang memperdebatkan teori tentang olahraga nomor lempar satu ini. Agar tidak bingung saat mengerjakan tugas maupun membuat rangkuman maka tak ada salahnya jika kita mencari tau aturan dasarnya. Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan secara lengkap dan rinci mengenai peraturan dalam lempar cakram.

Semua Peraturan Lempar Cakram Lengkap dan Penjelasannya

Dalam dunia pendidikan kita bisa mempelajari materi lempar cakram di buku pedoman penjas maupun LKS. Cakupan pembahasan berupa teknik dasar, peraturan, gambar ukuran lapangan, serta berat cakram seharusnya sudah sangat familiar bagi siswa. Dalam beberapa kesempatan guru pun memberikan penjelasan secara praktikum.

Secara garis besar, peraturan lempar cakram merupakan kaidah-kaidah yang harus dipatuhi sesuai ketetapan penyelenggara. Kaidah tersebut sedikit banyak mengatur luas lapangan, bahan piringan, ukuran dan berat cakram, serta hal yang diperbolehkan dalam lempar cakram. Metode penjurian pun juga sudah diatur sebagaimana mestinya untuk menjunjung tinggi sportivitas.

Sebaga siswa kita wajib menghafalkan berbagai peraturan lempar cakram baik di lapangan maupun terkait aspek-aspek lain. Pasalnya, tak sedikit siswa yang kesulitan ketika diminta menyebutkan ukuran lapangan, teknik dasar, sampai apa saja yang tidak diperbolehkan dalam lempar cakram. Padahal bentuk soal demikian sering muncul ketika ujian semester berlangsung.
Baca juga : 14 Jenis Gerakan Senam Lantai Beserta Cara Melakukannya

Maka dari itu, dalam artikel kali ini saya ingin membahas lebih dalam apa saja peraturan lempar cakram yang tak boleh dilanggar oleh atlet. Jika kebetulan kalian sedang mendapat tugas untuk membuat makalah atau rangkuman. Maka simaklah rangkuman yang sedikit banyak membahas apa saja aturan dasar olahraga atletik di bawah.
 

Lapangan Lempar Cakram

Lapangan menjadi salah satu unsur yang paling penting karena olahraga lempar cakram dilakukan pada tempat terbuka. Oleh karenanya kita memerlukan lapangan yang sesuai berdasarkan ketentuan dari asosiasi internasional. Nah, ukuran lapangan lempar cakram sebenarnya bisa dengan murah kita jumpai dalam buku LKS penjas hampir semua jenjang.

Gambar Ukuran lapangan lempar cakram
Gambar ukuran lapangan lempar cakram

Memahami peraturan lempar cakram yang menyangkut berapa panjang dan lebar lapangan sangatlah penting. Biasanya, sebelum pertandingan juri akan memeriksa secara teliti terlebih dahulu apakah ukuran lapangan sudah memenuhi standar atau belum. Meski terdengar sepele, tapi kita tak bisa mengabaikan aturan dalam lapangan tersebut. Berikut detail spesifikasi ukuran lapangan lempar cakram yang memenuhi standar:
  1. Lingkaran lempar cakram yang resmi terbuat dari metal maupun baja.
  2. Lingkaran lempar cakram dalam pertandingan resmi memiliki diameter lingkaran 2,5 meter.
  3. Dalam lapangan cakram harus disertai dengan sangkar kawat ataupun pagar. Hal ini berfungsi agar peserta, petugas maupun penonton dalam pelaksanaan perlombaan dapat terjamin keselamatannya.
  4. Lingkaran lemparan cakram memiliki tekstur yang datar dan tidak licin. Biasanya tempat lemparan cakram terbuat dari semen, aspal dan sejenisnya.
  5. Garis lemparan cakram membentuk sudut 40 derajat dari pusat lingkaran awal. Bentuk lapangan menyerupai huruf C dengan diameter lingkaran 7 meter dan bagian mulutnya 3,3 meter.

    Berat Bahan dan Ukuran Cakram

    Apakah kalian tau berapa ukuran, bahan, dan berat cakram yang dilemparkan oleh seorang atlet? tanpa kita sadari ternyata semua itu sudah diatur sesuai ketetapan dari asosiasi internasional. Peraturan lempar cakram tentang media dan sarana penunjang juga termuat dalam buku pedoman penjas di sekolah.

    Piringan cakram

    Standar berat, bahan dan ukuran cakram memang sangat diperhatikan dalam perlombaan. Umumnya, berat akan disesuaikan berdasarkan kategori lomba misalnya junior putra, senior putra, putri, dan lain sebagainya. Mematuhi standar serta aturan tersebut menjadi kewajiban dari setiap atlet. 

    Masalahnya, apakah kalian mengetahui berapa standar berat cakram dan bahannya? Untuk menghilangkan rasa penasaran maka simaklah deksripsi media piringan di bawah:
    1. Bagi pelempar putri memiliki berat cakram 1kg dan diameter cakramnya sekitar 180-182 mm.
    2. Bagi pelempar putra memiliki berat cakram 2kg dan diameter cakramnya sekitar 219-221 mm.
    3. Cakram memiliki bentuk lingkaran penuh dan di bagian tengahnya terdapat beban yang berfungsi dalam pemindahan atau pelepasan cakram.
    4. Standar bahan cakran yang terdapat dalam perlombaan ialah memiliki bahan dari kayu. Bahan cakram tersebut diperbolehkan menggunakan bahan lain asalkan bingkainya terbuat dari metal.
    5. Secara umum diameter cakram berukuran 220 mm.
      Baca juga : Bentuk Bentuk Latihan Kebugaran Jasmani Lengkap

      Juri Dalam Olahraga Lempar Cakram

      Metode penjurian lempar cakram juga telah tercantum dalam peraturan dasar perlombaan. Selain menilai keabsahan lemparan, beberapa juri pun harus berperan aktif mengatur jalannya lomba. Seseorang yang bertugas sebagai juri harus memiliki kriteria khusus yaitu jeli, adil, berwibawa, tegas dan jujur. Kriteria tersebut akan membuat perlombaan berjalan dengan lancar dan memiliki sportivitas yang tinggi.

      Berdasarkan peraturan lempar cakram internasional setidaknya ada total 5 juri yang bertugas mengatur perlombaan. Masing-masing memiliki tugas berbeda mulai dari pengawas lapangan sampai peserta. Di lain sisi, atlet lempar cakram diharuskan mengetahui tugas setiap juri dan mematuhi semua aturan yang telah ditetapkan. Berikut penjelasan masing masing tugas juri dalam olahraga lempar cakram :

      Juri 1
      Dalam peraturan lempar cakram terdapat juri 1 yang bertugas untuk memanggil peserta lomba maupun mengawasi setiap gerakan kaki dalam lingkaran. Selain itu juga mengawasi setiap kesalahan peserta dalam melakukan putaran badan dan gerakan kaki ketika berada dibelakang lingkaran pelemparan.

      Juri 2
      Berdasarkan peraturan lempar cakram tugas juri 2 adalah mengawasi gerakan kaki dalam lingkaran pelaksanaan lemparan. Juri ini sebagai pengawas dalam pelemparan cakram maupun gerakan tangan peserta dalam melakukan lemparan.

      Biasanya juri 2 selalu siap memegang pengeras suara untuk memberi aba aba peserta agar bersiap. Juri tersebut juga memegang bendera sebagai tanda sah atau tidaknya lemparan yang dilakukan oleh peserta.

      Juri 3
      Juri 3 bertugas untuk meletakkan alat pengukur setelah bendera berada pada titik lemparan akhir cakram. Alat yang digunakan oleh juri 3 bernama ujung pita meteran.

      Juri 4 dan 5
      Juri 4 dan 5 memiliki peran dan tugas yang sama. Kedua juri tersebut bertugas untuk melihat jatuhnya cakram terdekat dengan lingkaran lapangan. Jarak lemparan dihitung dari penjatuhan pertama cakram. Namun apabila pesertanya kidal maka posisi dan letak juri mengalami perubahan sehingga perlombaan dapat tetap berlangsung.
      Baca juga : Gambar dan Ukuran Lapangan Lempar Cakram Beserta Penjelasannya

      Peraturan Lempar Cakram

      Dari penjelasan materi lempar cakram di atas dapat kita simpulkan bahwa ada beberapa aturan penting yang harus siswa pahami. Saya akan coba merangkum semua peraturan lempar cakram jika dilihat dari sudut pandang olahraga:
      1. Pengukuran jarak lemparan berdasarkan titik jatuhnya cakram pertama Jarak tersebut diukur dengan cara menarik langsung secara lurus dari balok menuju bekas tempat cakram jatuh pertama kali.
      2. Terdapat 8 orang peserta dalam perlombaan lempar cakram. Masing masing peserta memiliki hak melempar sebanyak 3 kali. Kemudian juri bertugas untuk menentukan 8 peserta terbaik untuk masuk ke dalam final. Peserta yang masuk final memiliki hak melempar sebanyak 6 kali.
      3. Peserta yang melakukan lemparan cakram diawali dengan sikap badan berdiri didalam lingkaran lapangan. Peserta tidak boleh meninggalkan atau menginjak garis lingkaran sebelum ada tanda sah dari juri.

        Hal Yang Diperbolehkan Dalam Lempar Cakram

        Salah satu tujuan memahami peraturan lempar cakram adalah untuk mengetahui apa saja hal yang bolek dilakukan oleh seorang atlet. Selain aturan dasar di atas masih ada hal hal penting yang harus anda perhatikan. Tujuan pelaksanaan tersebut ialah untuk meningkatkan performa peserta dalam melakukan lemparan. Dengan performa yang baik maka hasil lemparannya akan lebih maksimal. Berikut beberapa hal yang diperbolehkan dalam lempar cakram :
        1. Cakram boleh dilemparkan sekuat tenaga agar melewati lingkaran.
        2. Lempar cakram diawali putaran yang sempurna bahkan dianjurkan untuk melakukan putaran besar pada tubuh bagian atas maupun bawah.
        3. Posisi pendaratan harus dilakukan dengan menggunakan tangan kanan kemudian dilanjutkan dengan gerakan memutar secara progresif.
        4. Posisi cakram harus mematuhi aturan jarak melayang ketika melewati lingkaran.
        5. Sikap akhir pendaratan peserta harus menggunakan kaki kanan dan posisi kaki kiri berada disebelah kiri garis lemparan.

        Hal Yang Tidak Diperbolehkan Dalam Lempar Cakram

        Peraturan lempar cakram juga mengatur beberapa batasan yang tak boleh dilanggar oleh atlet. Ketika kita tak bisa mematuhinya maka secara langsung hasil lemparan maupun pertandingan akan dianggap diskualifikasi.

        Oleh karenanya hal tersebut harus dihindari agar performa pemain tidak terganggu. Selain itu juga meminimalisir pelanggaran yang terjadi dalam olahraga lempar cakram. Berikut beberapa hal yang perlu dihindari dalam lempar cakram :

        1. Pada saat melakukan gerakan awal memutar, peserta tidak boleh jatuh ke arah belakang garis lingkaran.
        2. Perputaran tubuh dalam lempar cakram harus berada ditempat saja.
        3. Usahakan tubuh tidak terlalu membungkuk ke arah depan.
        4. Pastikan kaki tidak tegang sehingga penempatan akhir berjalan dengan baik dan sempurna.
        5. Peserta dilarang untuk melompat terlalu tinggi.
        6. Hindari penumpuan badan ke kaki depan dan pastikan tidak membiarkannya jatuh.
        7. Peserta dilarang melakukan pelemparan sebelum waktunya.

        Peraturan lempar cakram harus ada kerjasama setiap pemain maupun juri yang bertugas. Untuk peserta lempar cakram diharuskan memiliki kesehatan fisik maupun mental yang baik. Hal ini dilakukan agar performa pemain lebih maksimal. Namun sebelumnya peserta diharuskan melakukan latihan secara rutin, terus menerus dan terarah. Selain itu baik dalam hal kekuatan, daya tahan tubuh, kelincahan, maupun kecepatan.

        Demikianlah peraturan lempar cakram yang dapat saya jelaskan. Apapun cabang olahraga yang dilombakan harus ada penguasaan teknik dan pematuhan peraturan yang berlaku. Semoga artikel ini dapat bermanfaat. Terima kasih.

        Belum ada Komentar untuk "Semua Peraturan Lempar Cakram Lengkap dan Penjelasannya"

        Posting Komentar

        Iklan Atas Artikel

        Iklan Tengah Artikel 1

        Iklan Tengah Artikel 2

        Iklan Bawah Artikel