6 Pola Penyerangan dan Pertahanan Dalam Permainan Basket

Advertisement

Pola Penyerangan dan Pertahanan Dalam Permainan Basket - Basket merupakan salah satu permainan olahraga yang dimainkan dengan cara bertim. Setiap tim memiliki anggota berjumlah 5 pemain. Tujuan dalam permainan basket ialah megumpulkan angka/poin sebanyak mungkin dengan cara memasukkan bola kedalam ring lawan kemudian mencegah agar lawan tidak memperoleh angka/poin. Hal utama yang mendasari permainan ini ialah banyaknya poin yang didapat. Dalam permainan sepak bola terdapat teknik serta strategi yang dipakai untuk memenangkan pertandingan. Di permainan basketpun juga menggunakan hal yang sama yaitu menggunakan teknik dasar dan strategi penyerangan maupun pertahanan agar dapat memenangkan pertandingan. Strategi tersebut mencakup pola penyerangan dalam permainan basket serta pola pertahanan dalam permainan basket.

Pola penyerangan dan pola pertahanan dalam permainan basket harus disusun dengan matang agar pertandingan dapat dikuasai dan dimenangkan. Dalam sebuah tim memerlukan kerjasama semua pemain serta skill dari setiap pemain. Maka dari itu tidak heran apabila setiap pemain dianjurkan bahkan diwajibkan untuk menguasai setiap teknik dan istilah yang terdapat dalam permainan basket. Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan mengenai pola penyerangan dalam permainan basket dan pola pertahanan dalam permainan basket. Untuk lebih jelasnya dapat anda simak dibawah ini.

Pola Penyerangan dan Pertahanan Dalam Permainan Basket

Hal terpenting dalam permainan basket ialah angka/poin yang banyak. Hal tersebut dikarenakan jumlah akhir dari nilai setiap tim akan menentukan hasil akhir pertandingan. Maka dari itu diperlukan pola penyerangan dalam permainan basket dan pola pertahanan dalam permainan basket. Strategi tersebut harus disusun dengan matang dan dibicarakan dengan semua pemain.
Baca juga : Pengertian dan Cara Melakukan Lay Up Shoot Dalam Permainan Basket

Pola Penyerangan Dalam Permainan Basket

Dalam permainan basket untuk mendapatkan nilai maka harus melakukan penyerangan kedaerah lawan. Penyerangan yang dilakukan kedaerah lawan tersebut mengikuti pola tertentu yang telah disusun sebelumnya. Pola penyerangan dalam permainan basket merupakan suatu strategi yang dilakukan untuk menerobos daerah pertahanan lawan agar dapat memperoleh angka/poin. Dibawah ini terdapat beberapa pola penyerangan dalam permainan basket yang sering digunakan.

Pola Penyerangan Bebas atau Gerakan Off The Ball
Pola penyerangan dalam permainan basket yang pertama ialah gerakan off the ball atau penyerangan bebas. Penyerangan bebas ialah pola penyerangan yang dilakukan tanpa bola sehingga bergantung pada penguasaan taktik, kesempurnaan fisik maupun teknik dari setiap pemain dalam tim. Walaupun pola penyerangan ini tergolong bebas namun harus tetap ada koordinasi dari setiap pemain. Di dalam tim juga harus ada kerjasama agar setiap pemain memiliki sikap saling pengertian sehingga pertandingan dapat dimenangkan.

Pola Penyerangan Kilat atau Fastbreak
Pola penyerangan dalam permainan basket selanjutnya ialah pola penyerangan kilat atau fastbreak. Penyerangan kilat ialah pola penyerangan yang dilakukan dengan cara 2 atau 3 operan dalam sebuah tembakan. Penyerangan dalam basket ini bertujuan untuk mendapatkan posisi tembakan ketika lawan belum menempati posisi jaganya. Biasanya para pemain menggunakan serangan kilat untuk menghancurkan daerah pertahanan lawan. Dalam penggunaan fastbreak maka lawan tidak bisa mengantisipasinya karena tidak adanya celah. Dalam pola penyerangan ini memiliki susunan yang beragam serta penggunaan yang berbeda. Misalnya terdapat penyerangan dengan menempatkan 2 pemain pointtaker, 1 orang rebounder bahkan menempatkan 3 pemain atau lebih. Adapula strategi penyerangan yang menempatkan 1 pemain sebagai rebounder dan pointtaker sekaligus. 
Pola Penyerangan Kilat Berpola
Selanjutnya terdapat pola penyerangan dalam permainan basket berupa penyerangan kilat berpola. Pola penyerangan kilat berpola dilakukan dalam situasi tertentu saja, contohnya terjadi lemparan kedalam, bola loncat atau jump ball dan sebagainya. Jump ball merupakan situasi ketika bola dilambungkan oleh wasit diantara dua orang pemain yang berlawanan. Situasi jump ball terjadi ketika mengawali permulaan pertandingan maupun mengawali pertandingan setelah beristirahat. Jump ball dilakukan ditengah lingkaran lapangan. 

Penyerangan Berpola atau Patern
Pola penyerangan dalam permainan basket yang terakhir ialah pola penyerangan patern atau berpola. Penyerangan berpola ialah pola penyerangan yang dilakukan dengan pengaturan jalur gerakan dan tugas masing masing pemain. Dalam penyerangan ini bola maupun gerakan pemain diatur secara pasti agar serangan dapat dilakukan dengan teratur dan hemat tenaga. Pola ini dilakukan untuk menghambat jalannya pertandingan serta ketika pemain sulit untuk menerobos daerah pertahanan lawan. Penyerangan patern dapat dibagi menjadi beberapa jenis yaitu :
Pola Diamond atau Pola 1-3-1
Pola penyerangan dalam permainan basket ini digunakan untuk menerobos daerah pertahanan lawan maupun pertahanan satu lawan satu. Namun dalam satu tim harus memiliki satu pemain yang bertubuh jangkung. Penyerangan diamond tersusun dari pengaturan pemain sebagai penembak, penyerang, pengaman, pengumpan, dan perayah.

Pola Ault Man atau Pola 1-2-1
Pola penyerangan dalam permainan basket tersebut digunakan jika dalam satu tim tidak memiliki pemain yang bertubuh jangkung.

Pola Reverse atau Pola 2-3
Pola penyerangan dalam permainan basket ini digunakan untuk menyerang pertahanan satu lawan satu. Pola penyerangan reverse memerlukan kelincahan, kemahiran membayang maupun memotong pergerakan lawan.

Latihan Strategi Penyerangan Dalam Permainan Basket
Pola penyerangan dalam permainan basket harus dilatih secara rutin dan teratur agar berjalan dengan baik. Latihan strategi dalam penyerangan ini dapat dilakukan menggunakan strategi 3 lawan 2 yaitu :
  • Permainan basket dilakukan dengan dua tim. Masing masing tim memiliki 3 anggota sebagai penyerang dan 2 anggota sebagai penghalang.
  • 3 pemain penyerang memiliki tugas untuk mencetak nilai dengan cara passing ataupun memasukkan bola ke dalam ring.
  • 2 pemain penghalang memiliki tugas untuk menghalangi pemain lawan dengan cara merebut bola agar tidak dapat menghasilkan angka/nilai.
  • Pemain penyerang melakukan operan kepada 2 pemain penyerang lainnya agar dapat memasukkan bola ke dalam ring.
  • Pemain penghalang berupaya untuk merebut bola dan menghalangi 3 penyerang lawan.
  • Apabila bola dapat direbut lawan maka angka diperoleh lawan namun apabila penyerang dapat memasukkan bola maka penyeranglah yang mendapatkan angka.
  • Regu yang memiliki jumlah nilai terbanyak dalam waktu 5 menit maka akan menjadi pemenang.

Pola Pertahanan Dalam Permainan Basket

Setelah membahas mengenai pola penyerangan selanjutnya saya akan membahas mengenai pola pertahanan dalam permainan basket. Pertahanan yang kuat merupakan hal terpenting untuk menghalangi penyerang lawan. Pola pertahanan ialah strategi setiap tim untuk menghalau serangan dari lawan. Hal utama yang mendasari pola pertahanan ialah posisi jaga, pembagian daerah, dasar umum pertahanan, olah kaki dan sikap penjagaan. Dibawah ini terdapat beberapa jenis pola pertahanan yang sering digunakan. 

Pertahanan Daerah atau Zone Deffence
Pola pertahanan dalam permainan basket yang pertama ialah zone deffence atau pertahanan daerah. Dalam pertahanan daerah ini, setiap pemain memiliki daerah penjagaan masing masing. Apabila dalam satu tim memiliki satu pemain bertubuh tinggi dan besar namun gerakannya lambat maka dapat ditempatkan sebagai pemain jaga. Dengan pemain tersebut maka tim akan mendapatkan keuntungan dalam hal pertahanan. Pertahanan daerah memiliki beberapa pola seperti 2-1-2, 3-2, 2-2-1, 2-3, dan 1-2-2. Pertahanan zone deffence memiliki tujuan untuk membuat tekanan setengah lapangan maupun setengah ring agar penembakan bola dapat terganggu. Pola ini juga memberikan pertolongan untuk pelaksanaan penetrasi dengan dan tanpa bola.

Pertahanan Satu Lawan Satu atau Man to Man
Pola pertahanan dalam permainan basket selanjutnya ialah pertahanan satu lawan satu atau man to man. Pertahanan man to man ialah pola pertahanan yang menempatkan satu pemain untuk menjaga satu pemain lawan. Dalam pertahanan ini dapat dibagi menjadi beberapa macam yaitu pertahanan satu lawan satu dengan tetap, pertahanan satu lawan satu dengan penolong dan pertahanan satu lawan satu dengan ganti jaga. Pertahanan satu lawan satu dengan tetap menugaskan satu pemain tetap untuk menjaga pemain lawan. Pertahanan satu lawan satu dengan ganti jaga dijalankan jika pemain mendapatkan bayangan maka pemain jaga segera melakuakan pergantian tugas penjagaan. Sedangkan pertahanan satu lawan satu dengan penolong dilakukan ketika terjadi pembobolan maka pemain penjaga terdekat berusaha menutup pemain lawan tadi.

Latihan Pola Pertahanan Dalam Permainan Basket
Pola pertahanan dalam permainan basket harus dilatih dengan teratur. Pertahanan tersebut dilatih menggunakan permainan yang sederhana. Berikut beberapa langkah latihan pertahanan :
  • Permainan basket dilakukan dengan dua tim. Masing masing tim memiliki 3 anggota sebagai penjaga dan 2 anggota sebagai penyerang.
  • Lakukan permainan basket dengan 2 pemain melakukan penyerangan dan 3 pemain menghalangi serangan lawan.
Demikianlah penjelasan mengenai pola penyerangan dalam permainan basket dan pola pertahanan dalam permainan basket. Semoga artikel ini dapat bermanfaat. Terima kasih.

6 Pola Penyerangan dan Pertahanan Dalam Permainan Basket Rating: 4.5 Diposkan Oleh: penjasorkes

0 komentar:

Posting Komentar